Ratusan Juta Data Pengguna Dijual Cuma Rp 10 Ribuan

Liputan .com, Jakarta -  Ratusan juta username  dan password akun email dan situs internet baru-baru ini kabarnya tengah diperdagangkan di pasar gelap Rusia.
\n
\nMengutip keterangan resmi Avast Software yang tim Tekno Liputan6.com  terima, Senin (16/5/2015), sebanyak 273,3 juta data akun kabarnya berhasil dicuri hacker (peretas).
\n
\nDari angka data tersebut, sebagian besar di antaranya merupakan pengguna layanan email terpopuler di Rusia Mail.ru dan sisanya merupakan akun Google, Yahoo, dan Microsoft.

\n

Pencurian data ini terungkap setelah para peneliti Hold Security menemukan seorangperetas  Rusia sesumbar bahwa ia berhasil mengumpulkan dan siap menjual 1,17 miliar data akun pengguna yang berhasil ia curi.
\n
\nSaat menangkap pelaku, pendiri dan chief information security officer di Hold Security Alex Holden berhasil merampingkan jumlah data yang ada menjadi 57 juta akun data. 
\n
\nSebelumnya, Mail.ru melaporkan jumlah penggunanya sudah mencapai 64 juta di 2015. Sisa jumlahnya merupakan akun pengguna Gmail, Microsoft dan Yahoo, termasuk beberapa ratus pengguna layanan email domestik di Jerman dan Tiongkok.
\n
\n" Informasi yang kita peroleh dapat dipercaya. Data-data yang berhasil dicuri tengah ditransaksikan secara ilegal. Bahkan sang hacker pun rela memberikan datanya kepada siapa saja yang 'baik' kepadanya," kata Holden.
\n
\nUniknya bila kebanyakan peretas meminta bayaran ratusan dolar untuk data yang dimiliki, peretas ini hanya meminta 50 rubel (sekitar Rp 10 ribuan) untuk semua data itu. 
\n
\nMenanggapi masalah ini, Threat Intelligence Manager Avast Software Michal Salat mengatakan, "Apabila yang dikatakan Alex Holden benar, data pelanggaran terakhir menempatkan hampir 57 juta pengguna Mail.ru berisiko informasi personal dan data akun mereka dimanfaatkan oleh penjahat siber."
\n
\n" Hal seperti ini berawal dari pengguna yang sering menduplikasi kata password  dan tidak sering mengubahnya. Jadi sebisa mungkin ubah password yang digunakan secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Michael.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now