Top 3: Cara Mendeteksi Spyware hingga Tingginya Gaji di Snapchat

Liputan .com, Jakarta -  Artikel yang berjudul '3 Cara Mendeteksi Software  Mata-mata di Komputer' menjadi artikel terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com Minggu (2/5/2016).
\n
\nSudah menjadi rahasia umum, berbagai program spyware akan selalu mengancam pengguna komputer yang tidak hati-hati menjalankan program yang tidak dikenal.
\n
\nDua artikel lainnya yang juga banyak dibaca adalah artikel yang berjudul 'MerekSmartphone Tiongkok Mulai Unjuk Gigi' dan 'Hebat, Anak Magang Snapchat Digaji Rp 131 juta per Bulan'.
\n
\nUntuk lebih lengkapnya, berikut adalah Top 3 Tekno Liputan6.com.
\n
\n1. 3 Cara Mendeteksi Software Mata-mata di Komputer

\n

Jika Anda bekerja di sebuah kantor, terutama di lingkungan perusahaan, sangat mungkin komputer dan email Anda ada dalam pemantauan. Mungkin hal ini terdengar menyeramkan, tapi di sisi lain hal ini penting untuk alasan keamanan.
\n
\nDengan memantau email, misalnya, lampiran yang mungkin saja mengandung virus atauspyware, dapat diblokir. Bahkan, bila Anda bekerja di lingkungan perusahaan, Anda harus mengasumsikan semua yang Anda lakukan pada komputer kerja Anda dapat dilihat.
\n
\nSelengkapnya baca di sini
\n
\n2. Merek Smartphone Tiongkok Mulai Unjuk Gigi

\n

Sejumlah vendor asal Tiongkok tampaknya tengah bersuka ria. Menurut laporan International Data Corporation (IDC), perusahaan-perusahaan tersebut kini memiliki posisi penting dalam industri smartphone seiring dengan petumbuhan bisnis yang melejit.
\n
\nDi tengah pertumbuhan pengapalan smartphone yang flat, ada perubahan besar di pasar. Merek Tiongkok yang sebelumnya kurang dikenal yaitu Oppo dan Vivo, berhasil menempati posisi empat dan lima di daftar vendor top dunia, menggeser Lenovo dan Xiaomi.
\n
\nSelengkapnya baca di sini
\n
\n3. Hebat, Anak Magang Snapchat Digaji Rp 131 juta per Bulan

\n

Aplikasi pesan foto Snapchat benar-benar jadi perusahaan besar. Bagaimana tidak, perusahaan bermarkas di California ini membayar anak magangnya sebesar US$ 10.000 atau setara Rp 131 juta per bulan.
\n
\nDilansir nbsp;The Guardian, Minggu (1/5/2016), bayaran itu belum termasuk uang sewa rumah sebesar US$ 1.500 atau Rp 19 juta yang juga ditanggung perusahaan.
\n
\nKabar ini diperoleh dari hasil survei mengenai upah yang diberikan oleh perusahaan teknologi di Sillicon Valey kepada anak yang magang saat musim panas. Data survei ini diperoleh dari seorang mahasiswa University of California Berkeley bernama Rodney Folz.
\n
\nSelengkapnya baca di sini

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now