Modal nomor telepon, hacker mampu sadap semua smartphone di Bumi!

Merdeka.com - Pakar keamanan asal Jerman yang tergabung dalam Security Research Labs (SRL) baru saja menunjukkan pada dunia bila hacker dapat memata-matai setiap manusia di Bumi yang memiliki nomor telepon. Bagaimana caranya?

\n\n

Dalam sebuah acara di CBS, tim tersebut memperlihatkan bagaimana mereka memanfaatkan sebuah kerentanan yang ada di jaringan selular dunia, yakni Signalling System Seven (SS7). Ya, dengan mengeksploitasi SS7, mereka dapat meretas semua jenis smartphone.

\n\n

Sebagai demonstrasi, Karsten Nohl selaku salah satu pakar keamanan internet SRL mencoba memata-matai iPhone anggota DPR California, AS, bernama Ted Lieu. Benar saja, hanya modal nomor telepon Ted Lieu, Nohl dapat membobol iPhone anggota DPR itu.

\n\n

Hasilnya, Nohl dapat menyadap dan merekam percakapan, melihat isis kontak Lieu, membaca SMS, bahkan melacak pergerakan Lieu. Bahkan Nohl dapat mengetahui setiap nomor telepon yang melakukan panggilan ke nomor Lieu.

\n\n

Ingat, karena hanya nomor telepon yang dibutuhkan, Nohl atau hacker lain dapat mengeksploitasi nomor baru yang mereka dapatkan. Ngeri bukan?

\n\n

"Hal apapun yang dilakukan Lieu, mulai dari memilih ponsel yang aman, memasang password, atau menginstal aplikasi keamanan tidak ada pengaruhnya bagi kami. Karena kami menyerang jaringan selular," ujar Nohl.

\n

Ironisnya SS7 bukan lah hal baru, sebab kerentanan ini pertama kali dilaporkan bulan Agustus tahun 2015 lalu. Selain itu, protokol SS7 adalah sistem pemancar sinyal yang kini di pakai oleh 800 perusahaan telekomunikasi di berbagai negara.

\n\n

 

\n\n

Negara-negara besar di dunia, seperti Amerika, Inggris Raya, hingga Jerman ikut menggunakan SS7. Keberhasilan aksi peretasan smartphone menggunakan kerentanan SS7 disebut hingga angka 70 persen.

\n\n

Bagaimana cara kerja kerentanan SS7?

\n\n

Pada dasarnya hacker mengeksploitasi SS7 menggunakan metode man-in-the-middle alias pembajakan. Pertama si hacker akan melakukan forward semua panggilan ke sebuah alat perekam online dan kemudian semua panggilan itu diteruskan ke nomor telepon tujuan.

\n\n

Kemudian mereka perlu menggunakan alat peretas lain yang berfungsi merekam aktivitas smartphone pengguna. Sementara untuk lokasi, hacker biasanya memanfaatkan Google Maps.

\n\n

Kerentanan SS7 sudah jadi rahasia umum

\n\n

Karsten Nohl mengatakan bila kerentanan SS7 sebenarnya adalah rahasia umum di antara agensi mata-mata dunia. Parahnya lagi, tidak ada aturan global yang mengatur tentang SS7. Pertanyaannya, apakah kerentanan SS7 ini juga mengancam Indonesia?

\n\n

Sumber: Techworm

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now