Aplikasi Mobile

JAKARTA  - Semakin tingginya tren penggunaan aplikasi  mobile, terjadi pergeseran dari e-commerce  menjadi m-Commerce (mobile nbsp;e-commerce) Hal ini diungkapkan Pengamat e-commerce dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Kun Arief Cahyantoro.
\n
\nMenurutnya peningkatan penggunaan seluler sebagai alat transaksi telah mengubah sistem dan strategi jual beli, yang mampu mendukung optimalisasi penggunaan seluler. "Bisnis online melalui perangkat mobile atau m-commerce, diprediksi akan semakin meningkat. Apalagi jumlah smartphone yang beredar di Indonesia sudah melebihi populasi, artinya setiap orang punya lebih dari satu smartphone," ujar Arief di Jakarta, Senin (22/2/2016).
\n
\nPenggunaan internet saat ini telah mengubah pola interaksi antara penjual dan pembeli. Dia menambahkan, tren saat ini bukan lagi multi channel tapi omni channel. Dimana hal tersebut dapat terpenuhi dengan aplikasi mobile.
\n
\n" Saat ini, konsumen mencari sebuah aplikasi yang dapat memenuhi segalanya. Sepertichatting, panggilan suara, maupun pembayaran. Contohnya Go-Jek, pengendaranya bisa langsung menghubungi calon penumpangnya lewat aplikasi dan hal ini tidak bisa kita lakukan kalau kita menggunakan laptop," imbuhnya.
\n
\nArief mengatakan, bila saat ini penggunaan smartphone untuk belanja online baru mencapai 12,82 juta. Pada Januari 2017, diprediksi akan mencapai 34,97 juta, sementara pembeli online yang menggunakan PC atau laptop hanya sekitar 30,25 juta.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now