Desember, Beli Kartu SIM Mesti Tunjukkan KTP

JAKARTA KOMPAS.com - Dalam dua bulan mendatang, tepatnya 15 Desember 2015, pemerintah akan mulai menertibkan pendaftaran kartu SIM baru. Semua pembeli kartu SIM diwajibkan menunjukkan dan mencatatkan kartu identitasnya pada penjual.
\n
\n"Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama operator dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sudah sepakat mulai penertiban tanggal 15 desember 2015," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Ismail Cawidu dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (12/10/2015).
\n
\n" Kalau ada pembeli SIM Card baru, registrasinya dilakukan oleh petugas operator yang sudah diberi identitas, sehingga semua nomor (yang dibeli) bisa ditelusuri. Saat ini semua operator masih dalam proses penyelesaian aplikasinya masing-masing," imbuhnya.
\n
\nPetugas operator yang dimaksud berada dalam counter atau gerai dan sudah mendapatkan nomor identitas terdaftar dari operator telekomunikasi.
\n
\nSelanjutnya pembeli kartu SIM mesti menunjukkan identitasnya, misalnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), Passport atau Kartu Keluarga. Registrasi kartu SIM mesti menggunakan nomor identitas penjual dan data identitas pembeli, sehingga tidak bisa lagi dilakukan di luar gerai.
\n
\nSelama ini registrasi prabayar dilakukan oleh pembeli dengan cara mengirim pesan ke 4444. Namun cara tersebut dinilai terlalu longgar sehingga banyak pembeli yang asal menuliskan nama, alamat dan tanggal lahir.
\n
\nKelonggaran tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya SMS spam (pesan singkat yang mengganggu) dan biasanya berisi penipuan. Dengan menertibkan proses registrasi prabayar, diharapkan hal seperti itu akan berkurang.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now