Inilah Ancaman Malware Paling Ditakuti Netizen

JAKARTA - Zaman mulai beralih ke digital, dan di zaman inilah terasa seperti tidak ada pembatas antara satu dengan yang lainnya. Ketiadaan batasan tersebut terjadi berkat internet.

\n

Dengan internet, segala sesuatu bisa terjadi, tidak hanya hal baik, tetapi juga hal buruk seperti kejahatan siber. Saat ini para hacker bukan hanya mencari nama, tetapi juga mengambil keuntungan, seperti meminta tebusan agar data yang dicuri dikembalikan.

\n

"Kalau dulu hacker itu menyerang cuma sebatas mencari nama, tetapi sekarang lebih mencari benefit di dalamnya," kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Indonesia kepada Okezone usai peluncuran Kaspersky Anti-Virus 2016 dan Kaspersky Internet Security 2016.

\n

Dalam acara peluncuran dua produk baru Kaspersky itu, tercatat sebuah survei yang dilakukan Kaspersky Lab bersama dengab B2B International.

\n

Salah satu survei yang dilakukan Kaspersky tersebut menunjukkan ancaman dari malware yang paling ditakuti dan diketahui pengguna internet adalah pencurian akun online.

\n

Peretasan akun online dan malware yang dirancang untuk mencuri kata sandi atau informasi rahasia menduduki peringkat teratas, dan posisi dua sebagai kecemasan terbesar para pengguna internet (68 persen), diikuti dengan ancaman finansial (63 persen), dan di urutan keempat adalah phising surel dan situs.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now