Media Sosial Asing Paling Lasir Dijadikan Alat Pemasaran

JAKARTA – Perkembangan media sosial di Indonesia dijadikan ajang para pebisnis sebagai sarana efektif dan efisien dalam memasarkan dagangannya. Hal itu diketahui dari hasil survei yang dilakukan Andi Syahwal Mattuju Pakar digital dan juga CEO Digital Planner bahwa sekira 63 persen marketers (pelaku pemasaran) menggunakan media sosial dalam memasarkan produknya.

\n

Adapun pemicunya adalah dengan melihat peluang pengguna media sosial yang memanfaatkan fasilitas internet dan sistem digital itu meningkat dari tahun ke tahun. "Di Indonesia terdapat sekitar 400 juta user aktif per hari atau setara dengan tujuh negara di Eropa," katanya dikutip Antara, Senin (16/11/2014).

\n

Khusus di Indonesia, media sosial yang paling banyak digunakan adalah facebook, menyusul twitter, group facebook dan histagram. Sementara media sosial lokal masih sedikit yang mampu mengimbangi asing.

\n

Padahal, dengan fakta tersebut seharusnya online lokal patut menyadari pentingnya pemasaran untuk kesuksesan aplikasi yang ditawarkannya. Tentunya, agar bisnis online bisa berimbang dengan asing, khusus untuk bisnis e-commerce, dibutuhkan ide gemilang dari para pemangku kepentingan di perusahaan online.

\n

“Intinya karena ada asing, kita dapat pelajaran, tapi kita juga harus bersaing dengan menghadirkan tampilan kreatif dalam menghasilkan produk yang inovatif guna menghadapi gempuran asing yang begitu besar.” ujar CMO Tokopedia.com, Leontinus.

\n

Sementara pemerintah melalui Pusat Informasi dan Humas Kominfo mengakui bahwa regulasi tentang penyelenggaraan sistem elektronik termasuk media online belum maksimal.

\n

Sebelumnya Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu mengaku bahwa regulasi tentang penyelenggara sistem elektronik termasuk media onlinebelum maksimal.

\n

“Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 baru berisi soal kewajiban-kewajiban, soal aturan teknisnya masih perlu didetailkan, ini sedang kita susun,” kata Ismail Cawidu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo. Namun pihaknya akan terus mendesak media online asing agar segera mendaftarkan perusahaannya ke Kemenkominfo.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now