Makhluk Laut Akan Pecahkan Misteri Hilangnya Pesawat MH-370

CALIFORNIA – Tabir baru seputar kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH-370 kembali terkuak setelah penemuan puing pesawat di Pulau Reunion, Prancis, baru-baru ini. Penemuan puing yang diduga kuat merupakan milik pesawat MH-370 di pulau tersebut membuat para ilmuwan mengklaim jika misteri hilangnya pesawat itu akan segera menemui titik terang.

\n

Sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Senin (10/8/2015), para ilmuwan mengklaim jika makhluk laut bernama teritip yang tertanam di puing pesawat MH 370 akan memberikan petunjuk penting tentang hilangnya pesawat Malaysia Airlines tujuan Malaysia-China itu.

\n

Brian Helmuth, seorang profesor di Northeastern Marine Science Center, mengatakan bahwa teritip laut bisa meneliti petunjuk ke puing-puing lainnya. Hewan laut yang menempel direruntuhan pesawat dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menganalisis seberapa dalam puing-puing pesawat itu telah tenggelam.

\n

\"\"

\n

“Makhluk yang hidup di sepotong bukti forensik memberitahu kita banyak tentang dari mana mereka berasal," ujar Helmuth.

\n

Para ahli nantinya dapat menganalisis teritip atau mahluk sejenis kerang laut untuk menentukan suhu dan kandungan kimia dari air yang mereka lewati untuk membantu mengungkap asal-usul mereka. Teknik tersebut juga akan membantu tim investigator untuk mempersempit area pencarian MH-370 hingga puluhan atau ratusan kilometer.

\n

“Semakin besar hewan yang menempel, semakin lama juga sayap itu telah tenggelam, teritip itu memungkinkan para investigator untuk meneliti penggunaan seputar informasi genetika dari teritip itu untuk menunjukan wilayah asal tempat teritip berasal,” tambah Ryan Pearson, seorang mahasiswa PhD di Australia Griffith University.

\n

Sementara itu, salah satu profesor dari New South Wales University menyambut baik penemuan yang menujukkan jika teritip laut mampu mengungkap hilangnya pesawat MH-370. "Ini contoh yang bagus dari cara tak terduga bahwa penelitian penemuan dapat sangat berguna dalam mengatasi masalah-masalah baru dalam konteks yang berbeda," tambah profesor Angela Moles, dari pusat penelitan evolusi dan ekologi di University of New South Wales.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now