16 Merek Ponsel Telah Komitmen Aturan TKDN

JAKARTA nbsp;- Sejalan dengan keputusan pemerintah memberlakukan kebijakan aturan mengenai TKDN untuk perangkat ponsel berbasis  4G LTE, Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, sekarang ini telah ada 16 perusahaan yang telah berkomitmen memenuhi hal itu.

\n

Kemenkominfo mencatat ke-16 perusahaan telah berkomitmen untuk memenuhi aturan pemenuhan persentase TKDN. Perusahaan tersebut menjanjikan akan memproduksi smartphone dengan jumlah atau kapasitas ratusan ribu unit per tahun.

\n

Menteri Rudiantara sempat menunjukan dokumen mengenai siapa saja perusahaan yang telah berkomitmen untuk memenuhi aturan tersebut. Enam belas perusahaan tersebut memiliki merek ponsel antara lain, Polytron, Evercoss, Advan, Axioo, Mito, Gosco, SPC, Asiafone, Samsung, Oppo, Haier, Huawei, smartfren, Bolt dan Lenovo.

\n

Secara otomatis ke-16 perusahaan tersebut telah memenuhi aturan 20 persen aturan TKDN yang diberlakukan pemerintah. Kebanyakan dari mereka, terutama produsen ponsel lokal, menyanggupinya dengan mendirikan pabrik perakitan ponsel di Indonesia. Sisanya memilih untuk bekerja pada perusahaan manufaktur elektronik yang beroperasi di Indonesia.

\n

"Jika ditotal jumlah produksi yang mampu dihasilkan oleh 16 perusahaan tersebut mencapai kurang lebih 23 juta unit per tahun," kata Rudiantara di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

\n

Seperti diketahui, Peraturan mengenai Tingkat kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat berbasis 4G LTE hari ini secara resmi ditetapkan oleh pemerintah. Aturan tersebut secara resmi telah di teken oleh tiga menteri secara langsung di kantor Kementrian Telekomunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

\n

Tiga menteri yang andil dalam penetapan aturan tersebut adalah, Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

\n

"Tadi kami telah bersama-sama membahas mengenai peraturan TKDN untuk perangkat bergerak 4G LTE. Saya sendiri sudah tandatangani aturannya," ucap Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara di kantor Kemenkominfo.

\n

Nantinya semua smartphone 4G LTE berbasis Frequency Division Duplex (FDD) akan dikenakan aturan TKDN sebesar 30 persen. Sementara untuk perangkat berbasis Time Division Duplex (TDD) akan dikenakan besaran TKDN yang sama dalam waktu dua tahun setelahnya.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now