Indonesia Darurat Pembentukan Badan Cyber Nasional

\n
\n

JAKARTA - Meningkatnya teknologi informasi, serta perubahan sistem pemerintahan yang harus bergerak ke arah digitalisasi atau e-goverment. Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), mengungkapkan Indonesia memang perlu segera dibentuk badan cyber nasional.

\n\n

Mendesaknya pembentukan badan cyber, diungkapkan oleh Pratama Persadha, Ketua Lembaga Riset CISSReC, untuk menjaga kedaulatan negara serta menjalankan sistem pemerintahan yang lebih efisien dan kuat.

\n\n

Dalam paparannya, badan riset mencatat bahwa Indonesia pada 2014 dengan jumlah penduduk sebanyak 88,1 juta, tercatat sebanyak 34,9 persen telah menggunakan Internet. Bahkan, dalam kejahatan di ranah media sosial, Indonesia masuk peringkat 13 di wilayah Asia Pasifik dan Jepang.

\n\n

Sebanyak 72,87 persen dari penipuan dalam ranah media sosial tersebut, oleh badan riset disebarkan sendiri oleh pengguna tanpa sadar. Bahkan di tahun yang sama, Tanah Air diperkirakan mendapat serangan sebanyak 4 ribu serangan.

\n\n

"E-goverment bukan sekadar mengkomputerisasikan proses pemerintahan saat ini, serta juga bukan hanya sekedar digitalisasi dan dokumen pemerintahan. Tetapi mendirikan pemerintahan ideal yang inklusif, terintegrasi dan berfokus pada rakyat," jelas Pratama Dahlian Persadha, di sela diskusi badan cyber nasional penjaga kedaulatan cyber NKRI, di Tangerang, Jumat (26/6/2015).

\n
\n
\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now