Indosat Hadirkan Layanan Berbasis Cloud Baru Platform M2M

JAKARTA – Operator berbasis GSM, Indosat meluncurkan program baru berbasis cloud untuk platform‘Machine to Machine (M2M), dengan bekerjasama perusahaan jaringan global Ericsson. Pihak perusahaan mengklaim bahwa program ini hadir dengan teknologi terbaru untuk mengatasi masalah koneksi.

\n

“Salah satu misi Indosat adalah menyediakan produk dan jasa/layanan yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dimana kami melayani,” alexander Rusli, President & Director CEO Indosat, dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

\n

Menurutnya, kemitraan yang dijalin dua perusahaan untuk memberikan kontribusi sekaligus mempercepat perkembangan kemajuan di Indonesia, salah satunya untuk memujudkan kota pintar atau smart city dan masyarakat pintar.

\n

Di Indonesia, teknologi M2M akan mendorong pertumbuhan bisnis di sejumlah sektor seperti perbankan, transportasi, energi, dan layanan masyarakat selain membantu dalam mendukung ekosistem teknologi informasi (TI).

\n

“Kami bangga dapat menawarkan solusi teknologi terkini bekerja sama dengan Ericsson. Layanan M2M kami yang berbasis cloud ini memberikan dukungan lebih tinggi dan lebih fleksibel untuk pelanggan bisnis. Peluncuran pertama ini merupakan bagian dari serangkaian inovasi di dalam Ooreedoo Group,” jelas Nasser Marafih, CEO Ooredoo Group menambahkan.

\n

Pada tahun 2020, diprediksi akan ada 50 miliar peranti terkoneksi di seluruh dunia, yang dimungkinkan melalui peningkatan jumlah penggunaan komunikasi M2M . Agar dapat berkontribusi kepada pertumbuhan ini, pihak Indosat memiliki strategi dan fokus yang jelas selain menyediakan berbagai produk dan layanan M2M mulai dari konektivitas, managed connectivity, dan sejumlah solusi end to end yang relevan dan bermanfaat untuk bisnis, pemerintah, dan masyarakat konsumen.

\n

Platform M2M dianggap penting oleh perusahaan karena bisa menjadi solusi end-to-end kepada para pebisnis atau pengusaha, pemerintah, dan solusi individu. Solusi ini memungkinkan pemantauan (monitoring) lalu-lintas M2M secara langsung (real time), termasuk volume dan diagnostik tingkat lanjut, itu semua juga mendukung sejumlah fitur deteksi penyalah gunaan, termasuk kemampuan untuk menentukan “traffic caps” yakni batasan konsumsi trafik data, dan menghasilkan berbagai laporan.

\n

Pemesanan layanan dan koneksi secara online yang dijalankan beberapa perusahaan juga bisa diatasi, seperti memperbaiki fungsi trouble ticketing dan untuk meningkatkan efisiensi operasional. API yang ditawarkan memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan back end system dan proses mereka dengan Platform M2M untuk mengakses data dan kapabilitasnya.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now