Waspada, Ransomware Ini Menghantui Pengguna Android

Liputan .com, Jakarta  Penjahat cyber  seakan tak pernah kehabisan akal untuk menjebak para korbannya, salah satunya dengan menyebarkan malware. Kali ini, sebuah ransomware bernama Cyber.Police dilaporkan telah menyusup ke ratusan perangkat berbasis sistem operasi (OS) Android.
\n
\nDilansir dari Softpedia, Rabu  ( 7/4/2016), peneliti dari perusahaan jaringan dan keamanan Blue Coat menemukan adanya kampanye distribusi malware mobile baru Malware ini dapat menyusup ke perangkat tanpa harus ada interaksi dengan pengguna.
\n
\nBlue Coat mengatakan, kode jahat tersebut dikirim melalui malvertising alias "iklan jahat". Melalui malware  tersebut, penjahat cyber meminta "uang tebusan" kepada pengguna jika ingin menggunakan kembali perangkat mereka. Hal ini lebih dikenal sebagai ransomware.

\n

Ransomware Cyber.Police pertama kali terdeteksi pada Desmeber 2014. Dibandingkan ransomware desktop yang mengenkripsi file, Cyber.Police hanya mengunci layar dan meminta pengguna membeli dua gift card iTunes yang masing-masing seharga US$ 100. 
\n
\nMeski Apple bisa melacak gift card iTunes, tapi tetap bisa digunakan sebagai mata uang virtual di pasar peretasan bawah tanah.
\n
\nBlue Coat mengklaim bisa melacak trafik yang datang dari 224 perangkat Android berbeda. Ratusan perangkat yang menjadi korban tersebut menggunakan versi Android antara 4.0.3 dan 4.4.4.
\n
\nCara mengatasi Cyber.Police
\n
\nJika Anda menjadi korban ransomware tersebut, sebaiknya jangan mengikuti permintaan mereka dengan membeli gift card iTunes. Blue Coat mengatakan, mereka berhasil menghapus malware tersebut setelah melakukan factory reset.
\n
\nSebelum melakukannya, Anda harus menghubungkan perangkat ke PC dan menyalin data personal ke komputer.
\n
\nSebagai catatan, memperbarui OS ke versi Android terbaru tidak akan membantu. Pasalnya, Cyber.Police terpasang sebagai sebuah aplikasi normal dan update Android tidak pernah menghapus berbagai aplikasi.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now