Apa yang Diakses Orang Indonesia di Ponsel 5,5 Jam Sehari?

JAKARTA KOMPAS.com  - Lembaga riset GFK mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai perilaku pengguna internet di Indonesia. Salah satu temuan mereka adalah besarnya akses internet darismartphone dan perubahan pilihan konten sesuai dengan usia.
\n
\n"Faktanya digital telah mengubah banyak hal. Salah satu yang terbesar, bukan cuma soal perangkat yang dipakai mengakses konten tapi jenis konten seperti apa yang diakses," ujar Regional Director, Digital GFK Asia, Karthik Venkatakrishnan di acara Social Media Week 2016, Rabu (24/2/2016).
\n
\nGFK melakukan penelitian tersebut di lima wilayah Indonesia, yaitu Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya, dan Semarang pada periode Oktober-November 2015. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas orang mengakses internet rata-rata berusia di atas 13 tahun dan menggunakan smartphone.
\n
\nJumlahnya orang yang memakai smartphone  mencapai 93 persen dari populasi pengguna internet. Jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tablet atau komputer desktop.
\n
\n" Pengguna tablet hanya mencapai angka 5 persen. Sementara pengguna desktop juga masih di angka 11 persen," pungkas Karthik.
\n
\nSalah satu pemicunya adalah tingkat penjualan smartphone  yang mencapai 33 juta unit. Angka tersebut sudah melampaui jumlah penjualan ponsel feature yang hanya 20 juta unit.
\n
\nRiset juga menemukan bahwa orang menghabiskan banyak waktu di depan smartphone. Kegiatannya memang tak selalu online, bisa saja sedang mengirim pesan, mencatat sesuatu, membuka kalendar, tapi semua itu dilakukan di smartphone.
\n
\n" Orang menghabiskan waktu sampai 5,5 jam per hari di hadapansmartphone," terangnya.
\n
\nMakin tua makin religius
\n
\nSelain soal perangkat pengakses, riset GFK juga menemukan variasi topik yang diakses pembaca berita di internet. Salah satu hal yang menarik adalah perbedaan topik berdasarkan usia.
\n
\nPada pengguna kelompok usia 13-22 tahun, topik yang paling sering diakses adalah berita hiburan, hobi, lalu fashion dan kecantikan.
\n
\nSeiring naiknya usia, topik yang diakses pun berubah menjadi lebih berat. Antara lain bergeser ke arah politik, ekonomi, dan religi.
\n
\nKelompok usia 23-32 tahun lebih cenderung lebih suka mengakses topik bisnis dan ekonomi, traveling, serta hobi. Selanjutnya, kelompok usia 33-42 tahun, cenderung lebih banyak mengonsumsi topik sosial dan religi.
\n
\nDalam kelompok usia 43-52, terlihat topik yang paling banyak dikonsumsi adalah religi. Setelah itu baru topik lain, yaitu sains dan teknologi, politik, edukasi, serta sosial.
\n
\n"Di sini terlihat bahwa semakin tua usia seseorang, maka akan beralih ke topik yang lebih berat dan serius. Misalnya religi," ujar Karthik.
\n
\n" Di dunia online, kuncinya adalah menciptakan konten yang menarik bagi pembaca. Selanjutnya orang akan menyebarkannya untuk Anda bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya," imbuhnya memberi saran.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now