Zuckerberg: \"Virtual Reality\" Akan Menjadi Masa Depan Internet

BARCELONA KOMPAS.com —  Selain membuat kunjungan "kejutan" dalam acara peluncuran Samsung  Galaxy S7 hari Minggu (21/2/2016) di Barcelona, Spanyol, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, turut berbicara dalam sesi Keynote di arena Mobile World Congress 2016 di kota yang sama, Senin (22/2/2016).
\n
\nDalam sesi konferensi yang ikut dihadiri oleh jurnalis KompasTeknoOik Yusuf, Zuckerberg menuturkan pandangannya mengenai banyak hal. Salah satu yang mendapat sorotan adalah perkembangan teknologivirtual reality (VR) yang menurut dia bakal menjadi tren internet pada masa depan.
\n
\n"Dari dulu, sejak saya kali pertama coba-coba bikin program di sekolah, saya membayangkan internet tak hanya menjadi sarana untuk bernavigasi di laman dua dimensi saja, tetapi juga mengunjungi aneka tempat," kata Zuckerberg, mengacu pada kemampuan teknologi VR untuk menghadirkan pengalaman alam virtual seolah di dunia nyata dengan kacamata khusus.
\n
\nDia menambahkan, virtual reality  adalah evolusi alami dari cara orang-orang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi. Kalau belasan tahun yang lalu kebanyakan konten yang dikonsumsi di internet berupa teks, lalu kemudian foto dan sekarang video, pada masa depan, peran ini akan dilanjutkan ke virtual reality.
\n
\nDulu, kata Zuckerberg, ketika dia baru bisa berjalan, ibunya cuma mengabadikan kejadian tersebut dalam bentuk teks yang menerangkan tanggal kejadian peristiwa. Kemudian, waktu sang adik lahir, orangtuanya sudah mulai memotret, lalu setelah itu merekam dengan kamera video.
\n
\n"Nah, dengan VR, saya ingin agar orang-orang bisa berbagi keseluruhan adegan dari momen-momen seperti ketika anak kali pertama berjalan tadi, seolah benar-benar hadir di sana. VR akan mengubah cara mengekspresikan diri dan mengonsumsi konten," katanya.
\n
\nZuckerberg menyebutkan, tingkat konsumsi video 360 (VR) melalui internet menunjukkan tren yang semakin meningkat. Di jejaring sosialFacebook, dia mencatat, setiap harinya ada lebih dari sejuta pengguna menyaksikan tayangan macam ini.
\n
\nSandungan jaringan
\n
\nUntuk sekarang, visi virtual reality  Zuckerberg masih menemui batu sandungan berupa kondisi jaringan internet, terutama seluler, yang dinilainya masih belum mencukupi untuk skenario virtual reality.Memang, kata dia, teknologi seluler masa kini mampu menghantarkan data sebesar puluhan hingga ratusan megabit per detik.
\n
\nNamun dia mengatakan, masih butuh waktu sebelum bandwidth  yang tersedia bisa mencukupi untuk menghadirkan pengalaman virtual reality  yang optimal. Ini karena streaming VR lewat internet membutuhkan sarana transfer data yang sangat besar.
\n
\n" Bayangkan, Anda butuh resolusi 4K untuk satu mata. Jumlahbandwidth  yang dibutuhkan bakal besar sekali. Namun, saya yakin, VR akan menjadi salah satu killer app untuk konektivitas 5G pada masa yang akan datang," ujar Zuckerberg.
\n
\nSenada dengan Zuckerberg, para pelaku industri lain di arena MWC 2016—seperti operator SK Telecom asal Korea Selatan dan pabrikanchip  Qualcomm—memang mendengung-dengungkan virtual realitysebagai salah satu contoh pemanfaatan jaringan 5G, yang dalam hal ini, besarnya bandwidth yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
\n
\nMungkin perlu ditambahkan bahwa Zuckerberg juga memiliki kepentingan dalam mendorong adopsi teknologi virtual reality. Ia merupakan bos jejaring sosial Facebook  yang pada 2014 lalu membeli perusahaan teknologi VR, Oculus Rift. Oculus belakangan telah mulai memasarkan produknya yang berupa headset  VR untuk keperluangaming.
\n
\nKetika dia hadir dalam peluncuran Galaxy S7 pun, topik bahasan Zuckerberg tak jauh-jauh dari virtual reality, dalam hal ini teknologi Oculus yang digunakan Samsung  pada headset miliknya.
\n
\nZuckerberg menginginkan virtual reality menjadi bagian lazim dari kehidupan pengguna internet pada masa depan. Apakah visinya itu akan terwujud dan mendapat dukungan dari pasar dan para pelaku industri dalam jangka panjang?

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now