Jangan Disepelekan... \"Server\" Jenis Apa yang Mendukung Bisnis Anda?

KOMPAS.com - Kini, dengan semakin banyaknya bermunculan perusahaan rintisan digital (startup) berbasis teknologi informasi, para vendor mengeluarkan berbagai tipe server yang beragam dan sesuai kebutuhan. 
\n
\nPertimbangan menggunakan server secara tepat pun mulai dikaji untuk memperkecil risiko bisnis sejak langkah pertama bisnis itu dijalankan. Disarikan dari berbagai sumber, berikut beberapa panduan ketika memilih server yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan budget untuk bisnis Anda:

\n\n

1. Entry-level

\n\n

Server tipe ini cukup ideal untuk melakukan berbagai proses operasi ringan, seperti sharing data, print serta pengiriman e-mail. Biasanya jenis server entry-level ini banyak digunakan oleh perusahaan IT berskala kecil atau startup.

\n

Server kategori ini memang dirancang untuk penggunaan dan perawatan yang mudah. Desainnya pun terbilang cukup ramping dan penempatannya menghemat ruangan. Salah satunya adalah Lenovo Thinkserver tipe TS140. 

\n\n

Server ini kerap dijadikan solusi sempurna untuk pengolahan data base kecil, virtualisasi dasar hingga aplikasi office. Jenis ini cukup tepat dijadikan pilihan server untuk perusahaan rintisal digital. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu berkisar Rp 10 juta.

\n\n

2. Midrange server

\n\n

Server satu ini mampu menangani pekerjaan lebih luas dan beragam. Midrange server atau biasa disebut server kelas medium ini memiliki keunggulan teknologi yang mampu menangani beberapa tugas secara bersamaan, antara lain mengatur sistem jaringan, aktivitas file sharing hingga print sharing.

\n\n

Khusus Anda pemilik bisnis digital yang dalam tahap pengembangan, pemilihan perangkat server ini bisa menjadi solusi. Hanya, perlu diperhatikan, bahwa server tersebut harus memiliki kemampuan ekspansi data yang cukup, seperti dukungan slot prosesor dan slot ekspansi tambahan. 

\n\n

 

\n
\"\"Malik Afrian/KOMPAS.comBlade server dibutuhkan untuk sebuah data center dengan fasilitas low-voltage dan web caching\n
 
\n
\n\n

3. Blade server

\n\n

Tipe ini dibutuhkan untuk keperluan sebuah data center dengan fasilitas low-voltage dan web caching. Kehadirannya cukup membantu mengurangi biaya operasi bisnis, karena keunggulannya menghemat daya dan ruang penempatannya.

\n

Bahkan, vendor seperti Lenovo mulai mengembangkan kemampuan jenis server ini melalui system x pada kategori blade center. Dengan demikian, segala kebutuhan server, storage, networking hingga desain chassis-nya yang kokoh dapat menyempurnakan kebutuhan di data center Anda.

\n\n

4. Enterprise server

\n\n

Server tipe ini mampu menghasilkan kekuatan reliabilitas yang dibutuhkan untuk sebuah pekerjaan berat. Enterprise server hadir sebagai penunjang lebih dari 1.000 user dengan database cukup besar, seperti data warehoushingdan aplikasi e-commerce.

\n\n

Beberapa perusahaan di bidang perbankan, penerbangan, kantor pemerintahan hingga perusahaan stasiun televisi menggunakan server tipe ini. Harganya pun terbilang sangat besar.

\n\n

Untuk tipe low-end enterprise-nya, Anda perlu merogoh kocek hingga Rp 200 juta, sedangkan full-end enterprise mencapai Rp 20 miliar.

\n\n

Namun, tentu saja, enterprise server ini dapat mendukung big data pada perusahaan IT berskala besar. Sistemnya pun sudah terintegrasi secara komprehensif dalam memanajemen aplikasi, monitoring dan keamanan sehingga lebih mudah untuk pengelolaan data base bisnis IT Anda.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now