Bandung dan Yogyakarta Bakal Jadi Silicon Valley Indonesia?

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta beberapa menterinya akan berkunjung ke Amerika Serikat, Sabtu, 24 Oktober mendatang. Silicon Valley merupakan salah satu tempat yang akan dikunjungi oleh Presiden Jokowi.

\n

Silicon Valley merupakan sebuah wilayah di California, Amerika Serikat, yang menjadi kawasan berkumpulnya perusahaan teknologi, mulai dari startup hingga raksasa kelas dunia, seperti Google, Facebook dan Microsoft.

\n

Dalam kunjungan ke Amerika Serikat tersebut, pemerintah akan membahas beberapa hal, mulai dari startup lokal hingga e-commerce.

\n

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, yang turut dalam lawatan ini memiliki mimpi agar ada Silicon Valley di Indonesia.

\n

Menurut Rudiantara, Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia tentu dapat menjadi porosnya. “Namun, bicara soal kreativitas, itu merujuk ke kota Bandung dan Jogja,” katanya.

\n

Rudiantara menjelaskan, dua kota tersebut memang berpotensi menjadi Silicon Valley-nya Indonesia. Selain kreatif, tak sedikit startup yang berkembang di wilayah Bandung dan Jogja.

\n

Hal itu cukup beralasan mengingat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, saat ini tengah mengembangkan Bandung Teknopolis di kawasan Gede Bage. Bandung Teknopolis nantinya akan dirancang seperti Silicon Valley.

\n

Menkominfo Rudiantara mengatakan pihaknya akan banyak mempelajari mengenai e-commerce dalam lawatannya ke Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Hasil dari kunjungan itu diharapkan akan memperkaya roadmap e-commerce di Indonesia yang telah disiapkan.

\n

“Di sana kita akan banyak bertemu dengan perusahaa teknologi besar seperti Google, Facebook, dan lainnya, serta venture kapital dan para startup. Kita akan cari tahu dan belajar seperti apa mereka membangun startup dan e-commerce di sana. Diharapkan pengetahuan itu dapat memperkaya roadmap e-commerce yang memang telah disiapkan,” ucap Rudiantara.

\n

Menurut dia, sudah saatnya pemerintah berperan aktif dalam mendorong terbentuknya ekosistem e-commerce dan startup yang baik. Pasalnya selama ini berjalan sendiri-sendiri oleh operator dan individu.

\n

“Selama ini kan pemerintah tidak pernah berpikir mengenai inkubator untuk menjaring dan membentuk startup. Itu dilakukan oleh operator. Selain itu, kegiatan seperti mentoring juga dilakukan oleh para pegiat startup,” tambah Rudiantara.

\n

Kalau di negara lain, pemerintah yang aktif melakukan itu. Dirinya mencontohkan seperti di Singapura dan Brunei, pemerintah di dua negara tetangga itu aktif dalam mengembangkan ekosistem e-commerce. “Singapura mendanai startup yang eligible mencapai ratusan juga dolar. Sedangkan di Brunei diberikan insentif 50.000 ringgit,” katanya lagi.

\n

Seperti diketahui, disampaikan oleh Rudiantara beberapa waktu lalu, peta pengembangan industri online di Indonesia hampir rampung. Saat ini, roadmap tersebut telah menunggu proses sosialisasi dengan kementerian terkait.

\n

Di dalam roadmap tersebut dijelaskan bagaimana menganulir hal-hal yang menghalangi kebijakan untuk berinvestasi di dalam negeri. Kebijakan yang muncul dari roadmaptersebut juga dibagi per kategori, yakni untuk startup, usaha kecil menengah (UKM) dan perusahaan yang sudah mapan.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now