Senjata Death Ray Disiapkan untuk Menangkal Serangan Drone

LAS VEGAS – Teknologi terbaru bisa menjadi jawaban untuk meningkatnya ancamandrone, berupa senjata sinar mematikan (death ray) yang menggunakan gelombang radio untuk menonaktifkan drone dari jarak hingga satu mil jauhnya.

\n

Sistem ini telah dipamerkan di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) di tengah kekhawatiran atas ancaman dari serangan kendaraan tak berawak (drone). Menggunakan gelombang radio bertenaga tinggi untuk menonaktifkan drone, secara efektif memblokir komunikasi dan menghilangkannya dari udara.

\n

"Jika saya bisa melihatnya, saya bisa membunuhnya," kata Rick Sondag, wakil presiden eksekutif dari Liteye Systems, yang menjual perangkat ini, dan yang memulai debutnya itu di pameran Commercial Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Las Vegas pekan ini, seperti diberitakan Guardian, Rabu (7/10/2015).

\n

Liteye, yang berbasis di Colorado, adalah distributor di AS dan Kanada untuk perangkat ini oleh tiga produsennya: Enterprise, Chess Systems, and Blighter.

\n

Sondaq berharap untuk menjual sistem ini untuk bandara dan tempat-tempat lain di mana keamanan nasional adalah masalah penting.

\n

"Sistem ini dapat digunakan di daerah terpencil atau kota-kota untuk mencegah UAV yang digunakan untuk serangan teroris, spionase atau kegiatan yang tidak diinginkan lainnya terhadap situs dengan infrastruktur kritis," menurut perusahaan tersebut.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now