Kisah 3 Programer Cilik Jadi Juara dengan Laptop Pinjaman

JAKARTA KOMPAS.com  — Tim peserta INAICTA asal Garut, yang sempat kekurangan dana untuk ke Jakarta, ternyata juga belajar dengan fasilitas serba-minim.
\n
\nWalau serba-terbatas, Fazil, Raka, dan Rafli yang tergabung dalam Steam Club Indonesia itu menjadi pemenang lewat karya mereka dalam ajang INAICTA tahun 2014 lalu dari kategori SD-SMP.
\n
\n" Untuk memakai laptop saja mereka harus bergantian. Kadang pakai laptop saya juga," kata salah satu pendamping tim INAICTA asal Garut, Dewis Akbar, saat dihubungiKompasTekno, Minggu (6/9/2015).
\n
\nDiceritakan Akbar, baik Fazil, Raka, maupun Rafli sama-sama tidak memiliki laptop untuk mengerjakan proyek aplikasinya. Ketiganya menurut Akbar menggunakan laptop dari kelompok belajarnya, yaitu Steam Club Indonesia.
\n
\nNamun diakui Akbar, jumlah laptop yang mereka miliki tidak sebanding dengan jumlah anggota kelompok belajar. "Bayangkan, tiga laptop untuk 22 orang dipakai gantian," ujarnya.
\n
\nLaptop-laptop tersebut juga merupakan hasil sumbangan dari pemerintah, salah satunya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memberikan hadiah sebesar 200 dollar AS saat mereka mengikuti ajang APICTA 2014.
\n
\n"Uang itu dipakai untuk membeli laptop," ujar Akbar.
\n
\nSesuai dengan singkatannya, Steam Club yang didirikan oleh Akbar adalah kelompok belajar yang mengumpulkan siswa-siswa di Garut yang ingin belajar tentang science,technology, nbsp;engineering, nbsp;art, dan mathematics (STEAM).
\n
\nKelompok ini dulunya bernama Raspberry Pie Garut. Namun karena semakin sedikitnya peminat komputer mini Raspberry, maka kelompok tersebut berganti nama menjadi Steam Club Indonesia.
\n
\nFazil, Raka, dan Rafli yang tergabung dalam kelompok tersebut mewakili Garut dalam ajang INAICTA 2014, dan berhasil menyabet gelar aplikasi terbaik kategori SD-SMP, dengan membuat aplikasi Saron Simulator, aplikasi yang meniru alat musik tradisional Saron.
\n
\nSaat itu, ketiganya masih duduk di bangku sekolah dasar (SDN Regol 10 Garut), mengalahkan peserta-peserta lain dari kalangan SMP.
\n
\nKini Fazil, Raka, dan Rafli masing-masing sudah bersekolah di SMP yang berbeda-beda, yaitu Pondok Pesantren Darussalam Kersamanah, SMPN 1 Leuwigoong, dan SMPN 2 Garut. Mereka membuat aplikasi Buku Tamu 
Android.
\n
\nAplikasi tersebut memungkinkan pengguna menulis buku tamu lewat smartphone, termasuk memberikan detail informasi nama, alamat e-mail, serta berfoto selfie di buku tamu elektronik tersebut.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now