Kominfo Beri Sanksi Tegas Tindakan Registrasi SIM Card

JAKARTA - Merebaknya SIM card aktif yang beredar tanpa adanya registrasi yang jelas dari pengguna, pihak Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberikan teguran keras terhadap pihak operator telekomunikasi dengan disertai sanksi lainnya.

\n

Dikutip dari laman situs Kominfo, Kamis (5/3/2015), diungkapkan bahwa penerapan sanksi yang akan dikenakan pada operator sebagai tindak lanut dari surat edaran BRTI Nomor : 161/BRTI/V/2014 tanggal 28 Mei 2014 perihal perintah tindak lanjut penertiban registrasi pelanggan, dan kesepakatan antara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI).

\n

Dalam surat edaran tersebut dinyatakan bahwa pelaksanaan penertiban registrasi prabayar yang ada di daerah Yogyakarta, pada tanggal 16 April 2014 telah ditemukan ketidakpatuhan penyelenggara telekomunikasi seluler terhadap Permen Kominfo Nomor 23 Tahun 2005, tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Pasal 4 ayat (1), (2), (5) berupa terjadinya aktivasi kartu perdana tanpa registrasi pelanggan secara benar.

\n

Tindakan non-registrasi atau registrasi yang tidak jelas dikhawatirkan akan menimbulkan efek negatif di mata Masyarakat, seperti halnya penipuan, penyebaran fitnah, hasutan, adu domba, terror dan manipulasi jasa telekomunikasi lainnya.

\n

Menimbang beberapa hal tersebut di atas, BRTI bersama Kementerian Kominfo memberikan teguran keras kepada penyelenggara telekomunikasi seluler, yang akan diikuti oleh tindak lanjut sanksi lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku jika operator telekomunikasi tidak menunjukkan itikad baik untuk mematuhi ketentuan registrasi kartu prabayar.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now