Drone Buatan LAPAN Siap Awasi Laut RI dari Pencuri Ikan

Liputan .com, Jakarta - Pesawat nirawak atau lebih dikenal drone kini menjadi salah satu fenomena menarik di dunia penerbangan. Hal itu disebabkan teknologi dan pemanfaatan drone sebenarnya cukup luas.
\n
\nSelain digunakan untuk kebutuhan mengambil gambar dari udara, drone juga dapat dimanfaatkan di bidang pertahanan. Salah satunya untuk memantau garis pantai, pencurian ikan, kebencanaan, hingga dijadikan senjata mutakhir di dunia militer.
\n
\nAtas dasar itu, Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN akhirnya ikut terjun dalam pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Gunawan Setyo Prabowo menuturkan, pengembangan UAV dapat digunakan sebagai media pemantauan.
\n
\n" Kemampuan UAV sebagai alat pemantau sangat berguna bagi LAPAN untuk mendukung fungsi remote sensing yang sudah cukup menonjol di LAPAN," ujar Gunawan, saat dihubungi tim Tekno Liputan6.com, Rabu (4/5/2016).
\n
\nSalah satu bidang yang saat ini juga menjadi perhatian banyak pihak adalah masalah kemaritiman. Sejak pemerintahan Joko Widodo dimulai, pemerintah menggagas sebuah program Poros Maritim untuk memperkuat kedaulatan negara di wilayah perairan Indonesia.
\n
\nSejalan dengan gagasan tersebut, LAPAN pun ikut serta memperkuat program kemaritiman lewat drone buatannya yang diberi nama LAPAN Surveillance UAV (LSU).

\n

Melalui program bernama Maritime Surveillance System, semua seri LSU buatan LAPAN akan digabung ke dalam sistem pemantauan selat dan kelautan, dan salah satunya adalah pengawasan pencurian ikan di perairan Indonesia.
\n
\nPesawat nirawak ini dilengkapi dengan sistem pengintai dan monitoring, sehingga bisa mengirimkan gambar kapal-kapal yang melakukan pencurian melalui radar. Nantinya, gambar-gambar tersebut dapat menjadi bukti kuat praktik pencurian ikan.
\n
\n"Sayangnya penindakan secara hukum (berlangsung) lama. Padahal sudah ada bukti kuat gambar-gambar yang dikirim lewat pesawat LSU ini tentang aksi pencurian kapal," kata Gunawan.
\n
\nSelain LSU, LAPAN juga mengembangkan pesawat serupa bernama Lapan Surveillance Aircraft (LSA). Sedikit berbeda dengan LSU, pesawat ini memiliki kemampuan pengambilan gambar lebih baik.
\n
\nLSA memiliki kemampuan mengambil gambar dengan jarak sekitar 1.000 sampai 2.000 meter. Perolehan gambar yang diterima LSA juga lebih lengkap mulai dari aktivitas pencurian, nama kapal, nomor seri, hingga bendera kapal.

\n

Share this Post:

We provide best consulting services. Meet our Experts and Get Free Consulting! Contact Now